Orientasi Nilai Budaya yang Menyangkut 5 Masalah Dalam Hidup Menurut Individu Modern
Orientasi Nilai Budaya yang Menyangkut
5 Masalah Dalam Hidup Menurut Individu Modern
Poppy Intan Permatasari
19310410013
Artikel ini dibuat untuk memenuhi Tugas Ilmu Budaya Dasar
Prodi Psikologi, Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta
Dosen Pengampu : Amin Nurohmah, S.Pd., M.Sc
Koentjaraningrat (dalam Warsito 2012) menjelaskan nilai budaya merupakan nilai yang terdiri atas konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam fikiran sebahagian besar warga masyarakat dalam hal-hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat menjadi orientasi dan rujukan dalam bertindak bagi mereka. Oleh sebab itu, nilai budaya yang dimiliki seseorang mempengaruhinya dalam mengambil alternatif, cara-cara, alat-alat dan tujuan-tujuan pembuatan yang tersedia.
Dalam nilai budaya terdapat orientasi nilai budaya atau yang bisa juga disebut sebagai sistem nilai budaya adalah konsep-konsep yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar masyarakat yang berkaitan dengan apa yang diinginkan, pantas, dan berharga, yang mempengaruhi individu yang memiliki dan berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.
Orientasi Nilai Budaya yang Menyangkut 5 Masalah Dalam Hidup Menurut Individu Modern
Jadi orientasi nilai budaya menurut individu modern saat ini yang menyangkut hakekat hidup (MH), hakekat karya (MK), persepsi manusia tentang waktu (MW), pandangan manusia terhadap alam (MA), dan hakekat hubungan manusia dengan sesamanya (MM) yaitu dimana ada beberapa perbedaan pandangan mengenai orientasi nilai budaya ini dari tradisional, transisi dan modern.
Menurut individu modern berikut pejelasan dari 5 masalah dalam hidup.
1. Untuk hakekat hidup (MH) dimana individu memandang bahwa hidup itu sukar tapi harus diperjuangkan. Contohnya, ketika ada orang yang selalu optimis dalam hidupnya, dan berfikir bahwa hidup itu pilihan.
2. Untuk hakekat karya (MK) dimana individu modern mempertinggi prestise. Contohnya, bekerja untuk beramal menolong orang lain yang kurang beruntung atau untuk menghasilkan karya-karya agung.
3. Persepsi manusia tentang waktu (MW) yaitu individu modern memandang orientasi lebih ke masa depan. Contoh: Menabung untuk masa depan.
4. Pandangan manusia terhadap alam (MA) yaitu individu modern memandang bahwa individu itu bisa menguasai alam. Contonya, ilmuan mengembangkan tanaman padi yang tahan terhadap kekeringan ataupun terhadap banjir.
5. Hakekat hubungan manusia dengan sesamanya (MM) yaitu individu modern memandang bahwa sebuah hubungan itu bersifat individual. Contohnya, inidividu selalu menganggap bahwa hal yang dilakukanya adalah yang terbaik.
Dari penjelasan diatas dapat kita simpulkan bahwasannya individu modern itu pikiran dan pandangan terhadap sebuah masalah itu lebih ke sifat yang simple dan mengacu kepada hal yang lebih baik atau arahnya untuk masa depan semua. Lain halnya terhadap individu yang tradisional atau dalam masa transisi yang menganggap segalahal itu buruk dan tidak baik dalam pemecahan sebuah masalahnya.
Daftar Pustaka :
Warsito. (2012). Antropologi Budaya. Yogyakarta: Penerbit Ombak. https://dosensosiologi.com/nilai-budaya/
Mantap mba
BalasHapus